Bandoeng Story Jilid Doea
Haaiii… Pagi yang indah, cerah, ditemani secangkir kopi anget dan semangkuk bubur ayam dingin (kayanya udah sisa2 tuh di si Mang Buburnya, sebel!), gue siap bercerita lagi tentang pengalaman di Bandung, kali ini yg mau gue share adalah tentang kerjaan. Sapatau aja ada yg bisa take advantages dari cerita gue ini, alhamdulillah…
Seperti yg telah gue ceritain di Jilid Satoe, tepat besoknya begitu gue nongol (senin 11/12/06), gue langsung berkutat dengan layout ruangan. Sambil kebetulan pas hari itu ada orang PLN yang lagi ditanyai2in perihal pemasangan listrik. Jadi, ceritanya, karena nanti gue akan menempati satu lantai gedung dengan minimal 150 komputer, maka perlistrikan tentunya menjadi hal penting, secara gedung ini listriknya masih minimalis, yaitu ada 3 account (meteran) dengan 2 meteran 2200 watt, dan satu 3500 watt. Wacana awalnya adalah gimana caranya naikin listrik utk sekian banyak komputer. Hal menarik yg gue pelajari adalah, ternyata untuk mensimulasikan kebutuhan listrik, gampang banget! Si orang PLN, yaitu Pak Darya, mengasumsikan 1 set komputer membutuhkan 1 ampere (220 volt). Jadi kalo ada 150 komputer, maka untuk komputer sendiri dibutuhin 150 ampere, a.k.a (150×220=) 33.000 watt. Trus ngitung AC, paling gampang-nya 1 PK dianggap setara dengan 1000 watt, sedangkan selama ini gue mengasumsikan 1 PK itu setara 900 watt (kalo liat kebutuhan listrik AC, kan suka macem-macem tuh, ada yg 1 PK berani nulis butuh listrik di bawah 900 watt). Kalo diasumsikan 1000watt, ya keuntungannya adalah lebih terjamin dari sisi ketersediaan listrik, alias ngga mungkin salah perhitungan. Hitung sana hitung sini, akhirnya kita ambil keputusan kalo kita musti pasang listrik setidaknya 38000 watt (komputer 150 biji, AC 2 PK 3 biji, dan ece-ece lainnya kaya kulkas, dll). Untuk menghemat biaya bulanan, disarankan untuk memecah account menjadi lebih dari satu. Lagipula, tempat yang mau dipakai adalah gedung dengan beberapa kios, jadi bisa "dianggap" masing-masing kios yg pasang account, gitu.
Urusan PLN sendiri sampe hari ini gue nge-blog masih belum beres-beres juga, soalnya sempet gonta ganti skenario. Tadinya, karena disini udah ada 3 account, dan yg 2 account bahkan kita pakai sendiri, maka gue berinisiatif untuk membuat skenario tambah daya utk 3 account yang sudah ada, dan 2 account lainnya pasang baru. Cara ini selain menghemat biaya awal, juga bisa menghemat waktu, karena proses untuk tambah daya tidak serumit pasang baru. Jadi, kalo toh baru ada 3 account @ 7700 watt, lumayan bisa untuk running hampir 100 komputer, yang artinya lagi, selama prosessing pasang baru, duit udah ada yg masuk, gitchuuu. Namun apa daya, ternyata pemilik tempat tidak mengijinkan, jadi skenarionya berubah lagi, jadi musti pasang 5 account baru dengan @ 7700 watt, padahal sekenario awal udah dapat angka perhitungannya, dan boz sudah setuju pisan. Sambil gue mau mengurus skenario baru, eh ternyata investor gue baru bilang kalo dia punya sodara orang PLN dll dll. Secara doi sebagai yg punya duit, gue dan boz kan ga mungkin maksain kehendak kita pribadi. Jadi, yah, sampe hari ini masih belom ada putusan, mau ama siapa, biayanya berapa, kapan beresnya. Padahal listrik adalah obyek RAB yg nilainya paling gede, musti dibayar dimuka, dan prosesnya bisa 3 mingguan lebih :((. Halah… capedeee!!!
Urusan yg cukup gede dan urgent adalah sekat gipsum. Jadi, nanti warnet gue akan berada di sayap kanan gedung, sayap kiri untuk game center, dan tengah-tengah rencananya untuk cafe. Dari sekian calon vendor yg sudah diwawancara, akhirnya kita dapet vendor yg ramah, ceria, dan yg terpenting adalah, memberikan harga yang paling rendah dan masuk budget, hehehe. Vendor gipsum ini, Pak Wahyu namanya, ternyata juga seorang aristek. Walhasil, tandeman gue minta tolong macem2, termasuk desain cafe, hehehe. Dan yang menyenangkan adalah, dari Pak Wahyu kita dapet disain meja komputer dan game yang ngga monoton, plus vendor pembuatnya. Jadi dari pak Wahyu dapet one stop shop, gypsum, meja komputer, kursi (ternyata vendor teman pak Wahyu bisa dapet harga murah langsung dari pabrik utk kursi, yippy!!!), dan sofa, dengan harga yg ekonomis tentunya.
Untuk urusan furnitur, gue dan boz sempat survey, pertama ke Mita Mantari, yaitu satu showroom furnitur terbesar di bandung yang ‘konon’ memberikan harga termurah. Tapi, keliatannya MM cuma mau sedia barang2 bagus, jadi semurah2nya MM, teteup aja ga masuk budget. Trus boz menggiring kita ke daerah Salendro. Disana ada sentra furnitur bekas. Refurbished lah istilahnya. Dari sana kita dapet meja kasir 2 biji, eks Danamon, dan kursi 30 biji. Dilalahnya, begitu kita DP, eh ternyata vendor teman pak Wahyu itu nawarin dengan tipe yg sama, barang baru, harganya di bawah harga barang bekas. Halaaahhh… Jadi, kemaren ((19/12/06), saat orang Salendro datang bawa barang, dan menanyakan order berikutnya (kita awalnya bilang butuh sekitar 120 kursi), gue terpaksa musti berkelit, dgn bilang kalo untuk kiriman komputer dari vendor kemungkinan tersendat karena kali ini kita kredit dalam jumlah besar, sehingga prosesnya akan lebih berbelit-belit, dan mungkin komputernya bakal turun dalam jumlah sedikit-sedikit, tidak sekaligus, jadi order kursi berikutnya gue harus tunggu kabar tentang vendor tsb. Eh, ini ngga bohong lho, cuma ngga jujur aja, soalnya gue jadiin alasan masalah dgn vendor komputer sebagai taktik "in case gue ga jadi order lagi ke elo", hehehe.
Untungnya untuk beberapa urusan sudah di handle boz gue, antara lain vendor komputer yg memang sudah langganannya, urusan Bandwidth utk warnet, dan juga -sementara ini- IIX . Tapi kayanya bos masih pingin gue survey utk yg IIX, cari harga terbaik, jadi itu masih peer gue.
Hari ini, rencana gue adalah : menerima desain autocad untuk meja komputer dan game dan sofa dari vendor furnitur, menunggu kabar orang "PLN sodara investor", survey karpet ke pasar baru, nunggu Telkom tarik kabel kesini untuk ke NOC baru, dan kemungkinan, sebisa mungkin, ambil keputusan tentang PLN.
Yah, kira-kira siy segono dulu. Next chapter, mudah2an gue bisa cerita tentang kondisi bisnis yg lagi diserahin ke gue. Don’t worry, it’ll be a long long story to go, hehehe…
December 20th, 2006 at 11:42 pm
Semoga bisnisnya lancar..!!
Gut lak
Cepet BEP nya dan labanya dipake buat traktir gue..