Cimol adalah Candu!

Mengutip kata-kata Karl Marx, gue juga bisa mengatakan bahwa Cimol adalah Candu! Betul-betul berbahaya! Menggiurkan, melenakan, namun juga mematikan!

Betapa ngga! Cimol yang kemarin gue ceritain… yang rencananya mau gue kasih unduk… malah memberikan penyiksaan pada gue yg tiada akhir!

Ceritanya… unduk kan ga tahan tuh sama pedeusnya, jadi gue yg makan, yaaahhh totally hari itu gue makan 2 porsi cimol. Trus trus, malamnya gue mules-mules, dan besok paginya… DHUENGGG!!! Perut gue keram, dan gue ga bisa ubah posisi tidur sama sekali! Setiap gue gerak, langsung keram dan ada rasa nyeri nekan ulu hati. Sakiiiittt banget! Jadi badan gue cuma bisa melingker kaya kucing tidur (cat curl).

Untung nyokap sigap membuatkan air kunyit+madu buat ngatasin asam lambungnya, jadi sore2 gitu gue udah bisa bangun, duduk sebentar di ruang tamu, dan ga sampe 5 menit kembali tergopoh2 masuk kamar sambil pegang perut. Nyebelin!

But still, hari ini gue di depok masih lirak lirik aja ke gerobak cimol. Abis enak beneran siiihhh… gimana dong? :(

Oleh karena itu, instruksi nyokap yang tegas melarang gue beli cimol lagi, dan demi kebulatan tekad gue utk bebas dari maag akut, maka gue mengeluarkan fatwa mutakhir 2006 :

Cimol adalah Candu!

Waspadalah… Waspadalah!!!

Leave a Reply