Archive for May, 2006

Cimol adalah Candu!

Saturday, May 27th, 2006

Mengutip kata-kata Karl Marx, gue juga bisa mengatakan bahwa Cimol adalah Candu! Betul-betul berbahaya! Menggiurkan, melenakan, namun juga mematikan!

Betapa ngga! Cimol yang kemarin gue ceritain… yang rencananya mau gue kasih unduk… malah memberikan penyiksaan pada gue yg tiada akhir!

Ceritanya… unduk kan ga tahan tuh sama pedeusnya, jadi gue yg makan, yaaahhh totally hari itu gue makan 2 porsi cimol. Trus trus, malamnya gue mules-mules, dan besok paginya… DHUENGGG!!! Perut gue keram, dan gue ga bisa ubah posisi tidur sama sekali! Setiap gue gerak, langsung keram dan ada rasa nyeri nekan ulu hati. Sakiiiittt banget! Jadi badan gue cuma bisa melingker kaya kucing tidur (cat curl).

Untung nyokap sigap membuatkan air kunyit+madu buat ngatasin asam lambungnya, jadi sore2 gitu gue udah bisa bangun, duduk sebentar di ruang tamu, dan ga sampe 5 menit kembali tergopoh2 masuk kamar sambil pegang perut. Nyebelin!

But still, hari ini gue di depok masih lirak lirik aja ke gerobak cimol. Abis enak beneran siiihhh… gimana dong? :(

Oleh karena itu, instruksi nyokap yang tegas melarang gue beli cimol lagi, dan demi kebulatan tekad gue utk bebas dari maag akut, maka gue mengeluarkan fatwa mutakhir 2006 :

Cimol adalah Candu!

Waspadalah… Waspadalah!!!

Minat bikin tamiflu?

Saturday, May 27th, 2006

Tamiflu (Oseltamivir fosfat) sebetulnya adalah merek obat antivirus flu biasa yang diproduksi oleh Roche. Tapi tamiflu kemudian jadi terkenal gara-gara kasus flu burung, dan tamiflu ini diklaim dapat melawan virus flu burung. Tentang tamiflu bisa dilihat di sini.

Nah… iseng2 gue browsing, eh nemu deh cara bagaimana membuat tamiflu yang baik :D. Kalo minat, boleh dah tuh bikin… ini "resep"nya

Selamat berpusing-pusing ria deh yaaa!!!

Lidah Mertua Memang Sakti!!!

Saturday, May 27th, 2006

Wuihhh judulnya… panjang dan serem ga sih? Apalagi buat yang udah pada punya mertua, hehehe… Jangan2 malah mengiyakan kata2 gue lagi, huehehe *wave to para mertua*

Sansiviera
Ngga kok… ini ada artikel bagus dari Republika Online, tentang satu tanaman hias yang namanya Lidah Mertua, atau nama latinnya dikenal dengan Sansiviera. Dinamai Lidah Mertua karena bentuk daunnya yang panjang, runcing dan tajam, diibaratkan seperti lidah mertua yang judes katanya… hahahaha *toss dulu ah ama mertua*  Tanaman ini ternyata emang dikenal bisa menyerap polusi, terutama logam berat. Dan kesaktiannya pernah dipublikasikan oleh NASA di berbagai media, bahwa setiap lembar daun Lidah Mertua disinyalir dapat menyerap 0.938 microgram formaldehida perjam, yang dapat diartikan bahwa untuk menetralisir ruangan berpolusi seluas 75 meter persegi, cukup diatasi dengan 4 lembar daun itu saja. Hmmm… ekonomis ga sih?

Karena kesaktiannya ini, tanaman yang tadinya cuma tanaman hias biasa aja, mulai menjadi primadona. Banyak permintaan untuk pembelian tanaman ini. Toh harganya juga tetep ekonomis. Untuk produk lokal dapat dibeli seharga 5.000-10.000 rupiah per pot. Sedangkan yang produk impor, yang (biasanya) lebih bagus dan lebih beraneka ragam, seperti jenis kristal, golden palm, silver, golden honey dan super bacina, harganya bisa diatas 40ribu rupiah per pot. Sansiviera memang memiliki berbagai macam corak dan jenis, sedikitnya ada 40 jenis Sansieviera di dunia.

Sansiv
Bagi yang berminat menanam Sansiviera, ternyata mudah banget lo caranya. Tanaman ini termasuk tanaman yang tahan banting (kayanya justru pot-nya yg ngga tahan banting!). Tahan dengan sedikit air dan cahaya matahari, bahkan tahan terhadap perubahan musim di daerah dengan 4 musim, membuat tanaman ini cocok ditaruh di dalam rumah, sambil seminggu sekali dikeluarkan untuk mandi matahari. Penyakit satu-satunya yang belum ada obatnya yaitu jamur. Jadi, kalau ada daun Lidah Mertua di rumah yang bercak-bercak putih, baiknya dipotong aja supaya ngga nyebar ke daun lain dan membunuh tanaman itu, karna itu adalah jamur.

Oh ya, selain dia sakti buat nyerap polusi, ternyata lidah mertua juga sakti buat pengobatan. Sansiviera laurentii bisa digunakan utk mengobati diabetes, caranya daunnya dipotong2 trus direbus dengan 3 gelas air, sampe jadi 1 gelas trus airnya diminum. Di Jepang digunakan untuk obat ambeien dengan cara yg sama, bedanya daunnya dikeringkan terlebih dahulu. Di Malaysia, daun yg dikenal dengan nama Lidah Jin ini konon bisa menyembuhkan sakit gigi, sakit telinga, mengobati gatal, dan merangsang pertumbuhan rambut.

Nah… jadi udah ga apriori lagi kan sama lidah mertua? Hehehe… Lidah mertua emang sakti sih!!!

sumber :
http://republika.co.id/online_detail.asp?id=249698&kat_id=23
http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=11386

The Cimol Effects

Wednesday, May 24th, 2006

Tau C-I-M-O-L kan?

Dulu, jaman gue masih di bandung, Cimol itu nama tempat jualan baju2 bekas dari luar negri, bertempat di jalan…. jalan apa ya? Lupa gue, huehehehe… Cibadak kalo ga salah. Nah, karna wujudnya pedagang kaki lima berjejer-jejer, akhirnya dianugerahi kata2 "Mall" dibelakang kata Cibadak, jadilah Cibadak-Mall alias Cimol.

Beberapa masa kemudian, ternyata ada lagi Cimol yang juga terkenal. Kali ini bukan nama tempat, atau nama mall, melainkan nama makanan. Konon dikasih nama Cimol mengadopsi dari Ci-Mall yang terkenal itu, tapi ada juga yg bilang kalo Cimol diambil dari kata "aci di cemol-cemol", karena bahannya yang dibuat dari aci (sagu) dan bentuknya bulet-bulet akibat dicemol-cemol.

Dowty once told me about the magnificent of Cimol. Yeaaa, ngga heran melihat tubuhnya yg makin subur itu, karena dowty identik dengan literatur makanan bandung berjalan (walking-bandung-cuisine-literature… bisa ditambah juga dengan kata2 : ever-alive biar makin gimanaaa geto!). Coba aja liat blognya di frenster, wuihhh, hampir tiap isinya makanaaaannn melolo. Jadi terbayang kan, gimana dow berapi2 dan semangat 45 menceritakan kenikmatan cimol padaku?

Sayangnya, cimol tenar di bandung setelah gue cabut dari Bandung, jadi gue cuma tau dari cerita2 aja, kerna gue udah kuliah lagi di depok. Dan waktu gue di depok yg ada embel2 "bandung" baru cendol. Ternyata, setelah beberapa taun gue balik lagi ke depok, eeehhh… mulai berjamuran tuh gerobak2 yg menjual cimol di depan kampus2 dan sekolahan di depok.

Jujur, gue penasaran banget sama yg namanya Cimol. Kaya apa sih rasanya? yang kebayang sama gue, paling2 mirip cireng. Nothing special. Kenyel-kenyel eneg gitu deh. Walhasil hampir setahun menapaki depok, gue cuma bisa lirik2 gerobak2 cimol aja tanpa ada sedikitpun rasa kepingin nyoba.

Sampai suatu hari… Pelanggan warnet gue yg setia, Abhu, alias Senja (nama bagus2 Senja diganti Abu, jahat nian temen2mu nakk…) bawa seplastik makanan bulet2 berhiaskan merah2. "Mba Mia, mau cimol?" tawarnya. Gue cuma nyengir… "oooh, itu ya Bhu yang namanya cimol?" tanya gue. Abhu ngangguk. "Enak?" tanya gue lagi. Abhu ngangguk lagi sambil mengenyam terus cimolnya setusuk demi setusuk. Waaahhh… keliatannya emang enak beneran tuh!!! Suatu hari, akan aku beli sebungkus cimol utk diriku sendiri, tekad gue dalam hati.

Tekad sekadar tekad, baru kemarin akhirnya gue bener2 ngejalanin tekad gue itu. Kira2 hampir sebulan dari insiden "Abhu vs Cimol" di atas. Dengan berkorban 1500perak utk naik angkot menuju tukang cimol (abis rada jauh sih… bete kalo jalan!) gue berhenti di kober, margonda, dimana ada tukang cimol mangkal. Sambil bingung, gimana ya belinya, wong belom pernah, gue pede aja mendekati tukang cimol. Untung tepat sebelom gue datang, ada anak cewe yang beli "Bang, yang seribu satu, yang duaribu satu!" katanya. Ooo… kata gue dalam hati, berarti ada 2 macem harga toh. Okay… Jadi gue juga pede berkata, "Bang, duaribu satu!"

Si abang mengambil cimol yang sudah diplastiki, lalu ditaburi dengan serbuk yang sekilas tampak kaya serbuk cabe di bumbu2 mie instan itu, trus menyelipkan tusuk sate, dan memberikannya ke gue. Gue, seperti biasa, sok akrab bertanya sama si abang, "itu serbuk cabe ya Bang?" "Bukan cuma cabe, Neng… ada udangnya juga!" jawab si abang. Wooow, hebat betul… dan jangan kasih tau unduk kenyataan itu kalo mau traktir cimol, huehehehe. Serbuknya ternyata emang gurih dan rada manis, keliatannya kaya serbuk utk bumbu ketan urap, tapi ga pake kelapa. Jadi ada cabe, gula, garam, dan eugh… sorry to say, mungkin ya MSG.

Despite of MSG content, Cimol itu uenak ternyata… (sempet terngiang lagu bang Rhoma… kenapa semua yang enak-enak… itu yang dilarang… ehhehehe) gue dengan lahap mengenyamnya sebutir demi sebutir. Bentuknya bulat2 lebih besar sedikit dibanding kelereng (eh, tergantung ya, kalo kelerengnya anak raksasa pasti gede2!!!), dan rasanya yang pedas pedas gurih bikin gue ga bisa berhenti mencolok terus sampai cimolnya abis. Senang bukan alang kepalang rasanya hati ini, walaupun deep down agak curiga juga… sama perut.

Dan yup, dua jam kemudian… perut gue terasa panassss. Panas dalam arti yang sesungguhnya! Hehehe, gue kan emang ga tahan makan pedes. Maksudnya, mulut napsu tapi perut nyerah sama per-cabe-an. Dan gue sih sebenernya udah nyadar waktu liat si abang nyendokin serbuk cabe banyak2 ke plastik cimol… tapi gimana dong, abis enak sih!

Dan hari ini… hehehe, gue diare, sodara2! Ternyata cimol emang dahsyat efeknya buat gue. Nevertheless, sorenya, yaitu sekarang, gue lagi2 beli cimol 2000 perak, dan beli 2 bungkus karena yang satu buat unduk (ssst, jangan kasih tau unduk kalo ada udangnya yaaaa… janji!!!), sudah mengenyam satu bungkus dengan tandas sambil chatting sama anyes, menghabiskan satu botol teh sosro buat mengatasi rasa panas di perut (sapatau dibantu aer jadi cepet ke usus gituw), dan tak lupa berdoa, semoga nanti malam (saat gue nonton bareng unduk), cimol di perut gue tidak berulah lagi seperti kemarin. Amien…

About a Boy…

Saturday, May 20th, 2006

Ini cerita lanjutan dari bete gue kemaren.*)

Saking betenya, begitu salah satu kaum itu datang, gue langsung cabut gitu aja ninggalin warnet. Asli gue udah bete banget, karna hari kemarin gue ada di persimpangan antara hidup dan mati dan ternyata orang itu lebih memilih gue utk mati!!! X-(

Tapi ya sudahlah!

Akhirnya gue yang udah bener2 mati berusaha menghidupkan semangat gue kembali. Gue telpon unduk, si obat kuat gue, minta ketemu supaya gue lebih kuat lagi menghadapi cobaan hidup, dan karena gue masih punya waktu spare satu jam, maka gue…

YAK SODARA2! KE SALON! Hehehe… Karna gue menganut faham jikalau bete maka potonglah rambut niscaya itu akan mengubah mood. amieennn…

Setelah puas dengan potongan rambut, waktu udah nunjukkin jam 4 sore (persis, mas Robby bisa tepat waktu motong & blow dalam waktu kurang dari 1 jam! Hidup mas Robby!!!), maka gue pun bertolak ke arah kantor unduk.

Gue stop metromini 604 arah tanah abang, dan duduk manis disamping pak supir yang sedang bekerja. Metromini berjalan tuk tik tak tik tuk… lho? maksudnya berjalan lambat (so so metromini banget dehhh!) padahal jalan raya nauzubillah sepi. yah sudahlah apa mau diketek, mendingan nikmatin aja pemandangan alam, melalui pancoran… mampang… komdak… but, but… eh eh itu kan…

"FERNAN!!!!!"

                                                                                  *

Fernandy Saiza. Itu nama lengkapnya. Gue kenal dia waktu gue SMP, well tepatnya dia itu adek kelas gue. Waktu gue kelas 3, dia kelas 1. Tapi gimana yah… setelah gue pikir2, he was one of my highschool sweethearts, ya dalam kasus ini juniorhighschool sweetheart lah, hehehe…

Fernan itu sosok yang hampir sempurna, atau dibentuk supaya sempurna sama lingkungannya, gue juga ga tau sih. Anaknya putih, tinggi utk ukuran temen2 angkatannya, matanya sipit jadi kaya orang chinese, padahal kalo ga salah doi blasteran sunda-padang. Eugh, ga cakep2 amat sih, tapi lumayan lah :)

Fernan soon to be a school hunk. Ngga itu cewe2 kelas satu temen2nya dia, kelas dua, sampe kelas tiga kaya gue dan temen gue pada ngecengin dia, hahahaha. Gue sendiri mulai ngeceng fernan waktu sama2 ngikut organisasi Pandara. Itu tuh, mirip2 paskibra lah. Gue tau kenapa gue bisa ngeceng dia. Kerna Fernan pada saat itu terlihat lebih "matang" dari temen2 sebayanya. Well, ok lah kadang2 dia masih norak, toh masih kelas 1 SMP, secara umur paling tua 13 taun. Tapi pembawaan, cara ngomong (apalagi dia ke gue sama sekali ga bilang "kak" tapi nyebut nama aja), dan jujur, fisiknya, bikin dia itu jadi menarik daripada sekadar dianggap anak kecil. Dan Fernan itu manusia yang disiapkan utk sempurna oleh sekolah gue, which
is bad idea karna ga bisa diterapin sama semua anak. Let say fernan itu
selalu ketua kelas, jadi ketua OSIS, jadi ketua ini itu, rangking juga.

Yah intinya pada masa itu Fernan sangat kecengable (terminologi mia : kecengable (adj) = be able to be keceng alias pantes dikecengin :D)

Gue ga yakin waktu itu gue sama fernan sedekat apa, kalo dalam arti pacaran, ya ngga lah. Tapi yang pasti kita sering ngobrol bareng, sering pulang bareng karna rumah kita masih se-arah, dan gue sampe setelah masuk SMA pun masih beberapa kali ke SMP gue buat cuma ketemu dia. :D (kayanya gue aja yg termehe2 sama dia ya? hihihi…)

                                                                                 *

Dia nengok, ngeliat gue yang terbirit2 turun dari metromini, sambil ngebuang rokok yang ada di tangannya. Gue bener2 excited melihat sesosok manusia yang sangat amat (pernah) gue kenal, sosok
yang ternyata masih nempel lengket dalam ingatan gue, moreover becoz
after several years i dont see him, he barely change!!!

"Mia ya!!!" teriak dia sambil sumringah begitu gue samperin. Gue ngangguk2 semangat.

"ya ya gue tadi liat elo di metromini!" kata fernan lagi. "gue sempet mikir apa itu elo ya? huahahaha, ternyata bener!!!"

Huahahaha… gue ikutan ketawa. Asli, selain suaranya yg agak gede dan badannya yang lebih tinggi, dia ga berubah sama sekali. Mukanya persis seperti yg gue kenal 13 taun yang lalu. Cuma sekarang dia pake baju kerja, gayanya mirip unduk, kemeja kantor dikeluarin dari celana dan lengan kemeja dilipat sesikut. Bedanya Fernan ngerokok, dan unduk ngga.

"Pa kabar lo Fer? Gila udah lama ya kita ga ketemuan!"

"Ya ya, kalo ga salah dulu waktu gue SMA pernah BTA di sekolah lo ya… Lo dateng kan waktu itu, sama Ayi manggil2 gue supaya cabut dari kelas?" dia terkekeh-kekeh sambil mengingat masa lalu (doo, kesannya jadul buanget!).

Gue dan dia lalu ngalor ngidul barang sejenak dua jenak mengenang masa cupu kita dahulu. Sesekali Fernan berbicara sambil menghisap rokoknya. Which is I don’t like actually, but I can forgive this hunky young man deh… hihihi.

Terus-terusan memperhatikan dia (dan juga gayanya yg terus2an menghisap rokok), ga sengaja gue ngeliat selingkar cincin di jari manisnya (kanan ato kiri ya? Tauk deh, lupa!). Udah meridkah dia?

"Taun kemaren kok…" seakan dia nyadar gue merhatiin cincinnya. Gue hanya ber-oooh sambil senyum malu, yaa ketauan ga ya kalo gue patah hati?

"Gue kan udah gede, Mi… udah cukup umur buat kawin toh?" sambung dia lagi.

"Iya, iya! Lagian siapa yg larang coba? Gue kan bukan emak-lo."

"Emang kalo lo emak gue, lo bakal larang gue? Kayanya ngga deh." dia terkekeh lagi. Gue ikutan terkekeh, sambil dalam hati gue misuh2 kecuali kalo gue mantan cewe lo kali yeee.

Trus kita diem2an deh. Gue sok-sokan cari2 metromini, sementara Fernan (gue rasa sih) terus ngeliatin gue yang lagi sok-sokan itu, soalnya gue terus denger dia ngomong gini,

"Eh lo beda banget tau Mi, ama waktu SMP dulu…"

"Masa sih?" tanya gue.

"Iya, cantik lo sekarang."

"Maksud lo, dulu gue jelek gitu?!?"

Dia ketawa lagi. Terus sembari menghisap rokoknya, dia ngomong lagi (eh emang bisa ya ngomong sambil ngisep rokok?)

"Coba dulu gue seumur ama elo, ya?"

"Maksud lo (lagi)?"

"Yaaa… gue kan bisa…"

"Bisa apa?"

"Bisa…"

"Bisa apaan sih?"

"Bisa…"

                                                                 *

"Kolong!! Kolong !!"

Tiba-tiba gue dikagetkan sama suara gambreng milik kenek metromini yg lagi gue naekin. Gue langsung celingak-celinguk memindai lingkungan (deu bahasanya ga nahan). Eh, fernan nan ganteng dan tampan itu kemana ya? Kenapa gue ada di metromini?

Oalah… keknya gue berhayal tadi! Sambil menyesali diri kenapa gue ngga turun aja di Komdak waktu gue liat dia tadi, gue pun terbirit-birit turun dari metromini sebelom kebawa lebih jauh lagi. Yup yup, kali ini gue bener2 turun buat nemuin seseorang yang emang bener2 real buat gue, dan bukan cuma sekadar hayalan, yang lagi senyum-senyum beneran ke gue (dan cuma buat gue) di kolong sudirman sambil ngeliatin gue "terjun bebas" dari metromini.

*)was first made on may 20, 2006… sambungan tulisan "GA TAU, GUE LAGI BETE !!!"

Ga tau, gue lagi bete!

Friday, May 19th, 2006

Hari ini gue belajar satu ilmu hidup.

Bahwa ga semua orang yang terlihat dapat dipercaya (baca : amanah) bisa dipercaya.

Gue ga tau ada apa dengan orang2 itu… orang2 yang menyatakan dirinya alim, ga mau salaman sama lawan jenis, menghabiskan banyak waktu utk shalat, ibadah, baca Quran, kemana2 pun nenteng Quran, tapi utk bisa dipegang omongannya pun ga bisa??? Ga bisa dipercaya! Totally sucks!!!

Dalam satu taun ini gue deal dengan beberapa orang "alim", dgn kategori yang gue sebutkan di atas, but sorry to say, ternyata mereka jauh jauh dari apa yg mereka perform. Sampe tadi gue musti curhat sama unduk dan bilang, kenapa gue jadi benci sama mereka yang alim??? Sama mereka yang mengatasnamakan ibadah utk menghindar dari janji??? Buat apa semua ibadah2 itu kalo sesama manusia aja mereka senangnya nyakitin orang? Buat apa ibadah2 itu kalo kata2 aja mereka ga bisa dipegang? Janji ga bisa ditepati? Apa karena gue bukan golongan mereka maka mereka bisa bohongin gue??? ngeremehin gue??? Tidak anggap gue orang yang patut mereka hargai???

Gue jadi tau selama ini gue deal dengan siapa aja. Dengan orang macam apa. Dan gue jadi paham, bahwa setiap orang emang punya topeng. Dan sayangnya orang2 itu memakai agama buat jadi topeng mereka.

TRULY HYPOCRITE!!!!!!!!!

Gue mungkin tidak alim, bahkan nyokap gue aja suka ngatain gue kafir. Tapi yang jelas gue sadar dan berusaha, gimana caranya bisa menghargai orang lain dan memperlakukan orang lain dengan sepantasnya. karena buat gue, ga ada gunanya gue hidup di dunia kalo gue cuma jadi orang yg dibenci dan menyakiti orang lain.

My 80’s Heartrob :D

Thursday, May 11th, 2006

Ah… persis memang, dialah cowok yang paling kutaksir dan paling kutunggu-tunggu "sinetron"nya :D

<table width=350 align=center border=0 cellspacing=0 cellpadding=2><tr><td bgcolor="#B6B6C2" align=center><font face="Georgia, Times New Roman, Times, serif" style=’color:black; font-size: 14pt;’><b>Your 80s Heartthrob Is</b></font></td></tr><tr><td bgcolor="#D7D6DE"><center><img src="http://images.yournewromance.com/whosyour80sheartthrobquiz/kirk-cameron.jpg" height="100" width="100"></center><font color="#000000">
Kirk Cameron</font></td></tr></table><div align="center"><a href="http://ynr.blogthings.com/whosyour80sheartthrobquiz/">Who’s Your 80’s Heartthrob?</a></div>

Wok With Miw Miw : IT’S PASTA TIME!!!

Wednesday, May 10th, 2006

Haiiyaaaa!!!

Duh duh… setelah lama tidak mengudara, akhirnya acara Wok With Miw Miw hadir kembali ditengah-tengah halayak ramai semua! Apa kabar? Apa kabar? Lapar? Oh sudah tentu!!! Karena itu Wok With Miw Miw kali ini mau kasih resep resep mutachir seputar PASTA!

Daaaannn… kali ini bukan cuma resep doang yang Miw Miw bawa, tapi juga ilmu pengetahuan, sodara-sodara! Karena dimanapun kita berada, dan dalam situasi apapun, kita semua wajib untuk BELAJAR. Yak, itulah sebabnya pemerintah mencanangkan wajib belajar sembilan tahun… ugh, apa sih? kok jadi kemana-mana?

Intinya, kali ini Wok With Miw Miw akan mengulas berbagai jenis pasta, bukan cuma kasih resepnya doang. Biar ibu-ibu, remaja putri, dan remaja putra yang keputri-putrian tidak bingung lagi memilih pasta di supermarket, atau bahkan bisa ngajarin ibu-ibu yang lagi kebingungan milih pasta disana. Duhhh… pasti jadi terpujilah wahai engkau deh!

Selama ini kita udah cukup akrab ya sama yang namanya SPAGETTI dan MACARONI. Nah keduanya ini termasuk jenis pasta. Jenis lainnya ada Penne, Fussili, Lasagna, dll dsb dst. Nah coba kita liat satu-satu ya…

Spaggetti
Spagetti ini bisa dibilang pasta terfavoritnya orang Amerika. Kayanya mereka kalo masak pasta, ya hampir pasti adalah spagetti. Spagetti cocok dimakan bersama saus model apapun, mau encer, mau kental, atau dibikin kaserol, itu tuh, schotel kalo orang belande bilang.

Macaroni
Nah waktu kecil saya suka bilang ini "daging selang", karena bentuknya bolong-bolong kaya selang, dan saya pikir ini daging karena lembut dan pasti ada di sup buatan mamah. Karena bentuknya yang kecil, macaroni cocok dijadiin apa aja, mau dimakan dengan saus, mau dibikin kaserol (ingat macaroni schotel?), atau ditumis-tumis juga asik.

Penne
Bentuknya tubular atau kaya tabung. Cocok buat salad, dimakan dengan saus, dibikin kaserol juga bisa, atau ditumis juga enak.

Fusili
Bentuknya kaya spiral. Penggunaannya mirip sama Penne, atau juga bisa dijadikan campuran sup.

Lasagna
Bentuknya lembaran. Lasagna diolah untuk dijadiin kaserol. Pernah coba lasagna dengan saus putih dan topping kejunya yang uhuy di pizza hut? Yummeeee!!!

Fettucini
Kalo yang ini mirip-mirip spagetti, cuma pipih. Yah kaya kwetiau lah kalo di chinese food. Cocoknya buat dimakan dengan saus putih.

Angel Hair
Jenis spagetti yang lebih tipis, cocoknya dimakan dengan saus yang lebih encer dan ringan dibandingkan saus spagetti.

Conchiglie
Bentuknya kaya rumah siput. Enak buat sup, campuran salad, atau ditumis.

sementara ini dulu deh… besok ta’ edit lagi :D