PLN BRENGSEK!!!

Akhirnya… gue tau kenapa bulan kemaren tarif listrik gue bisa melonjak sebanyak 130rebu dari tarif bulan sebelumnya!!!

Ternyata, mulai bulan Januari kemarin, sistem pembayaran PLN udah berubah. Tapi dengan curangnya dia pun baru menjelaskannya di bulan ini melalui kuitansi baru.

Awalnya gue bingung baca kuitansi baru barusan. Di kuitansi ada kata-kata :

Informasi :
a. Saldo awal UMTL     :    324.983
b. Tagihan bln ini        :    (393.400)
c. UMTL dibayarkan    :   393.400
d. Saldo Akhir UMTL   :   324.983
e. Saldo UMTL minimum : 324.983

Saldo awal UMTL = Rp. UJL + Penyesuaian (diangsur 12X)
Rp. 121.300 = Rp. 18.517 + Rp. 102.783

What the…???


Begitu gue tanya sama petugasnya, petugasnya cuma bisa nunjukkin pamflet dan fotokopi surat edaran di dinding sebelah loket. Dan betapa betenya karena gue ga nemuin jawaban sama sekali disana. Sampe seorang bapak tua yg keliatannya wise banget nanya balik sama petugasnya :
"Kamu sendiri sudah lihat? Kamu sendiri bisa ngerti ngga apa maksudnya?" because it is as if it was written in KLINGON!!!


Well, si pamflet bertuliskan begini :

Saldo awal UMTL adalah uang milik pelanggan yang ada di PLN dan akan dikompensasikan dengan tagihan listrik.

Tagihan listrik adalah perhitungan biaya atas pemakaian daya dan energi listrik serta tagihan lainnya yang berhubungan dengan pemakaian listrik tiap bulannya.

UMTL yang dibayarkan adalah uang yang telah dibayar oleh pelanggan untuk melunasi tagihan pemakaian daya dan energi listrik (tagihan listrik) serta penyesuaian UMTL pada bulan ini.

Saldo Akhir UMTL adalah saldo uang pelanggan yang tersedia setelah dikompensasikan dengan tagihan listrik dimana jumlahnya minimal sama dengan saldo UMTL minimum.

UMTL minimum (tagihan listrik rata-rata selama 3 bulan terakhir). Apabila saldo akhir UMTL pada bulan ini lebih kecil dari saldo UMTL minimum maka pelanggan wajib melunasi kekurangannya pada bulan itu juga.

But, the pamflet still isnt quenching my thirst yet, for I have to once again melototin fotokopian surat edaran disebelahnya yang bertuliskan :

Guna meningkatkan transparansi pembayaran rekening listrik PT. PLN (Persero), APL Depok akan blablabla program migrasi UJL (Uang Jaminan Langganan) ke UMTL

Melalui UMTL pelanggan dapat mengetahui berapa besar uang muka yang ada di PLN setiap bulannya. Manfaat UMTL pembayaran listrik menjadi bersifat dinamis. Artinya pada saat UMTL lebih kecil dari tagihan listrik maka pelanggan dapat membayar kewajiban rekening lebih rendah dari tagihannya.

Konsekuensi dari program UMTL adalah setiap saat nilainya perlu diremajakan jadi tagihan tiap bulannya bisa bertambah dan bisa berkurang, sampai Desember 2006

Sesuai pemberitahuan yang kami edarkan pada bulan Desember 2005 dengan mengacu pada Surat edaran Direksi PT PLN Persero No. 341.K/010/DIR/2003 tentang UMTL kami menyesuaikan UMTL yang saldonya kurang dari UMTL minimum. Besar UMTL adalah sama dengan rupiah rata-rata pemakaian listrik selama 3(tiga) bulan terakhir (Oktober, November, Desember 2005)

So U know what is going ON ???

Yup, dengan kasus yang mirip seperti yang ada di Jawa sana waktu itu sempat diposting di milis AWARI, PLN Depok menetapkan tarif minimum dengan cara merata-ratakan billing tiga bulan terakhir, yang secara langsung menyatakan ADALAH TIDAK MUNGKIN BUAT KITA UNTUK NGIRIT KARENA BERAPAPUN LISTRIK YANG KITA PAKAI, NILAI MINIMUM ITULAH MINIMUM TAGIHAN YANG MUSTI KITA BAYAR!!!


(this part is censored, damn!)


Dan gue, dalam bahasa apapun, sama sekali ngga bisa ngerti arti kata-kata
"Artinya pada saat UMTL lebih kecil dari tagihan listrik maka pelanggan
dapat membayar kewajiban rekening lebih rendah dari tagihannya. Konsekuensi dari program UMTL adalah setiap saat nilainya perlu
diremajakan jadi tagihan tiap bulannya bisa bertambah dan bisa
berkurang"
karena yang gue tau, walaupun bulan ini tagihan lebih rendah dari bulan Januari, tapi tetap masih lebih tinggi dari bulan Desember dan sebelumnya, yang notabene sebelum ada sistem absurd dan asal-asalan yang mengatasnamakan pengiritan tapi sebenernya PENGERETAN!!! 

However, gue udah tau akal-akalannya PLN. Sambil mereka nunggu kenaikan tarif yang belum disetujui DPR, mereka udah naikin tarifnya sendiri atas nama transparansi. TRANSPARANSI MY ASS!!! Dan penyesuaian yang dijanjikan hanya sampai akhir Desember 2006, dan angin surga yang mereka berikan berupa pada tahun 2007 maka kita bisa membayar sejumlah yang kita pakai which has to be cheaper than we paid for these whole f*ckin year, tapi tetep aja kita musti mbayar mahal karena pada taun itu TARIF PLN UDAH NAIK!!!


(this part is also censored! God I hate blogging!!!)

U know what, gue saat ini bener2 berdoa supaya jangan sampe keluar dari mulut gue nyumpahin SEMUA
karyawan PLN mulai dari petugas terendah sampe jajaran direksi mereka bahwa NGGA AKAN BERKAH SEMUA UANG YANG MEREKA MAKAN DARI RAKYAT DAN SEMOGA MEREKA SAMPE TURUNAN-TURUNANNYA AKAN SELALU JADI MAHLUK YANG LEBIH RENDAH DARI JAMUR YANG NEMPEL DI TUBUH BELATUNG-BELATUNG YANG MEMENUHI BANGKAI TIKUS YANG ADA DI PEMBUANGAN SAMPAH BANTAR GEBANG!!!!!!!!!!!!!!!!

Goddamned PLN, YOU SUCKER SON OF THE B*TCH!!! (<<< should have censored this one too but I guess it’s ok, hehehe)

Phew… Now I’m kinda a li’l bit relieve!!!

6 Responses to “PLN BRENGSEK!!!”

  1. Bunda Says:

    PLN memang suck sweety tetapi
    layaknya kita buat komplainnya lebih elegan ya
    mamy lebih takut baca komentarmu drpd kejadian pln itu sendiri .

    ayo kita tuntut rame rame PLN nya

  2. iWin Says:

    God Damn Right, I need to forward this blog to several people so they know how we feel about this Fu***ng Electricity Company call PLN

  3. -topo- Says:

    hehehehe….
    sepertinya ibu-ibu itu kalo baca rekening tagihan (tagihan apapun..) pasti ngedumel… mgkn kalo mia skrg ngedumel pangkat 10… jd berlipat2 ganda…
    tapi kalo baca bon pembelian dr toko yg ngasih diskon pasti terkekeh2 dgn senangnya..
    itu sudah jadi fenomena kayanya yah….???
    tapi mgkn sudah kodratnya kali yah kaya begitu…
    hehehe…

    “money spender”, aren’t you??

  4. Auliah Says:

    Aul bilang juge ape … memang PLN itu brengsek … SEMUA BRENGSEK!!!

  5. mia Says:

    atas permintaan penggampar, beberapa kata di atas akhirnya daku sensor :(
    buat opik, nya heu euh atuh gimana ga bete surete mereterete da itu kan tagihan listrik warnet!!! delta kenaikan 150rebu means A LOT!!!

    btw, i need this writing forwarded to any milis, please guys bantuin ya!

  6. Handi Says:

    Halo, ikutan komen ya.
    SETUJU.
    Kebanyakan yang berkaitan dengan BUMN ga bagus lah.Banyak korup, semena mena.
    Telkom dulu gitu, sekarang? mana berane?! :D. Coba ada PLS (perusahaan listrik swasta), huh, semua pasti pada pindah!
    Gimana Tindak Lanjut nya sekarang? Badan pelindung konsumen di mana sih? lapor ke sana yukk…!? (BTW, pelindung beneran nggak?)

Leave a Reply