Next Year Resolution
Wednesday, December 28th, 2005Mendekati akhir tahun. di berbagai media, biasanya marak sama quote yang bunyinya "New Year Resolution", atau Resolusi Tahun Baru. Tapi gue lebih suka menulisnya dengan "Next Year Resolution" alias Resolusi Tahun Depan. Alasannya, karena kalo New Year Resolution maka ngga berlaku dalam waktu yang cukup lama. Tahun Baru itu kan identik dengan 1 Januari, dan paling telat ucapan-ucapan Selamat Taun Baru masih layak diucapkan sampai dengan tanggal 5 Januari lah. Setelah itu kalo masih diucapin juga biasanya udah basi. Atau biasanya maksa suka ditambahin ‘belated’ biar ga ketauan basinya
Nah kalo Next Year Resolution, maka resolusinya berlaku untuk sepanjang taun itu, dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Dan kalo pun di tanggal 31 Desember itu masih belom kelar juga, maka bisa dilanjutin ke tahun berikutnya. Judulnya juga Next Year… berarti masih berlaku di year year selanjutnya, huehehehe… *justifikasi kalo gagal*
Biasanya, isi resolusi taun depan itu ngga jauh jauh isinya dari resolusi taun ini yang tidak sempat terlaksana ataupun GAGAL. Ini adalah perwujudan dari perjuangan tak mengenal batas, oye!!! Yah, ngga papa dong, namanya juga berharap, ya ngga? Ada juga yang membuat resolusi taun depan dengan isi ‘lanjutan’ resolusi yang dibuat taun kemaren yang sudah terlaksana di tahun ini. Misalnya, jika tahun lalu ada yang membuat resolusi ingin menikah di taun 2005, dan Alhamdulillah berhasil, maka resolusi untuk taun depan biasanya adalah ‘memiliki momongan’ (aih bahasanya kurang nahan!). Atau, kalo tahun lalu berharap di tahun 2005 bisa mengumpulkan uang muka rumah, dan kejadian, maka resolusi untuk taun depan adalah ’semoga cicilannya terbayar dengan lancar’. Amieeeennnn…
Nah, sebenernya kenapa sih orang suka bikin resolusi taun depan?
Seberapa penting resolusi taun depan mempengaruhi kehidupan si pembuat resolusi di tahun yang dimaksud?
Atau… sebenernya APA SIH YANG DISEBUT DENGAN RESOLUSI???
Menurut Wikipedia.org, ternyata ada beberapa terminologi ‘resolution’ yang memiliki beberapa arti sendiri-sendiri, tergantung pada bidang apa kata ‘resolution’ tersebut dipakai.
Ada resolusi yang berhubungan dengan hukum, yaitu "an action taken by a deliberative body", yang artinya… ehmmfff… hmmfff… huehehe, forgive my stupidity, but I DO NOT understand what it is all about ^_^ !!! Anyone dare to help? Help!!! Help!!! Kalo gue ga salah mengerti penjelasannya, maka tindakan tertulis yang dibuat oleh… siapa hayooo??? AUK AAAHHHH!!!! Ya intinya suatu terminologi yang merujuk pada suatu ukuran yang tidak bisa dikategorikan sebagai hukum. Hallaahhh lebih ngaco!!!
YAAAA INGET RESOLUSI PBB AJA LAH!!!
Trus ada resolusi yang berhubungan dengan musik, resolusi adalah suatu ‘kebutuhan’ yang dapat merubah suatu not atau chord dari yang tadinya kaga enak bunyinya menjadi rada enakan, gitu lah kira-kira (well, how you yourself translate this sentence <the "need" for a sounded note and/or a chord to move from a dissonance or unstable sound to a more final or stable sounding one, a consonance.> Now who can translate that stupid sentence better than me???)
Resolusi yang berhubungan dengan debat politik… ah sebaiknya ga usah nyusah-nyusahin diri nerjemahin! *ngeles kalo gak bisa nerjemahin, huehehehe*
Yang berhubungan dengan matematika, yaitu hukum resolusi yang disebut juga proporsional logic, yaitu dua klausa yang berimplikasi membentuk inferens yang tunggal dan valid, dengan bentuk teori :
![]()
Phew… Ngerti? KAGAK!!!
Ada juga yang berhubungan dengan indera, nah kalo ini resolusi artinya lebih ke ‘ketajaman’. Resolusi gambar misalnya. Dan ada juga yang berupa nama2 pulau, misalnya Resolution Island of New Zealand atau Resolution Island in the Arctic of Canada.
Kesimpulannya, beside I HATE WIKIPEDIA SO MUCH FOR GIVING US SUCH PUKABLE EXPLANATION FOR SUCH A PUKABLE TERMINOLOGY, adalah NONE OF THESE TERMINOLOGIES ARE BEST FITTED TO MY SEARCHING. DAMNED!!!
Jadi… apa sebenernya resolusi yang suka kita sebut-sebut tanpa ternyata kita tau betul artinya apa???
Kalo diliat dari isi "resolusi" itu sendiri, keliatannya secara terjemahan bebas, resolusi bisa diartikan dengan "Apa yang kita harap akan kita lakukan". Resolusi taun depan adalah hal-hal yang kita harapkan terjadi di tahun depan. It’s not about wish… it’s about HOPE.
Berhubung resolusi adalah harapan, atau HOPE, maka sebaiknya dan sangaaat sangaaat baik jika resolusi taun depan diisi dengan hal-hal yang "very very possible to happen if I do work very very hard". Singkatnya, hal-hal yang realistis. Having a baby (for married couple op kross!!!) atau ngelunasin cicilan mobil, adalah hal-hal yang masih masuk realitas. Atau menikah buat yang pacaran, atau dapet pacar buat yang jomblo, atau memulai bisnis baru buat yang hobi berbisnis, atau nyelesain sekolah buat yang lagi studi (ehem ehem, uyung… camkan!), adalah contoh-contoh lain dari resolusi yang realistis.
Resolusi sebaiknya tidak bersifat abstrak, apalagi absurd. Resolusi yang berbunyi "semoga saya kaya" adalah bentuk resolusi yang abstrak. Kaya? Seberapa kaya? Sekaya apa? Kaya menurut siapa? Atau kaya siapa? Ngga jelas kan!!! Tapi kalo "semoga gaji saya naik lagi sampe 7jutaan" *lirik unduk, kemudian menunduk dan berdoa semoga dia buat resolusi demikian* atau "semoga keuntungan bisnis tahun ini meningkat 50%", itu adalah bentuk-bentuk konkret dari ‘kaya’ yang terlalu abstrak.
Dua malam lalu salah satu penyiar radio remaja yang mbacain kuis membuat "resolusi cantik 2006" dari salah satu produk pemutih mencontohkan "semoga saya mendapatkan eternal beauty", bunyi resolusi itu adalah hal yang amat-amat abstrak. Emangnya kaya gimana sih eternal beauty??? Thus, selain abstrak juga jelas-jelas absurd. Karena kecantikan itu konon ‘tergantung musim’. Jika musim ini kecantikan distandarkan pada nilai-nilai kulit putih, rambut lurus seperti rebonding, dan muka oriental, berpayudara kencang belum tentu lima, sepuluh atau dua puluh taun kedepan masih seperti itu. Atau bahkan, taun depan pun belum tentu seperti itu! Trus… kalo tiba-tiba trendnya balik lagi ke jaman Twiggy? Rambut kucai, tubuh kurus kering, dada rata (haleluya!!!), apa tu orang rela utk operasi ngecilin payudara dan ‘merusak’ rambutnya? Atau misalnya tiba-tiba trendnya gemuk berisi dengan rambut keriting galing… ah sudahlah! Absurd kok dibahas!!!
Intinya, kenapa resolusi sebaiknya konkrit (biar terukur hasilnya) dan reachable, karena resolusi dibuat untuk DIWUJUDKAN. Itu kenapa resolusi dibuat ‘berkala’. Resolusi tahun 2005. Resolusi tahun 2006. Resolusi tahun 2007. Karena diharapkan, resolusi-resolusi itu bisa terwujud pada tahun yang disebutkan. Dan kalaupun tidak, itu emang nasib aja yang belum berpihak. Tapi tetep aja, ketika kita membuat resolusi, kita -sekali lagi- sudah memperhitungkan "apabila saya berusaha sangat keras maka saya pasti bisa mendapatkannya". Makanya penting banget kalo resolusi itu konkrit dan dapat-dicapai, biar faktor gagalnya kecil, dan dengan demikian tingkat kekecewaannya juga kecil.
Tapi ya kalopun mau bikin resolusi yang heboh juga sah-sah aja. Toh kita yang tau tentang diri kita sendiri kan?
Atau ngga mau bikin resolusi, dengan alasan ‘biarkan mengalir seperti air’? Ya terserah juga. (walopun kayanya… kok ga ada greget yaaa???)
Hmmm… udah tanggal 29 Desember 2005. Masih ada waktu untuk bikin resolusi tahun depan nih. Kasih tau dong disini, sharing… resolusi kamu semua untuk taun depan, apaan kira-kira?
Anyhow… next year is about to come. So…
HAEPPI NOOH YEER Y’ALL !!!!




