Archive for September, 2005

Fractura Hepatica

Thursday, September 22nd, 2005

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Bulan September taun ini kayanya perlu
dinobatkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) dari satu penyakit yang
berbahaya, yaitu
PATAH HATI 

Abis, bulan ini gue banyak banget
menerima curhatan temen2 yang pada patah hati… :’(

Setelah ditilik-tilik dan
dikitik-kitik, patah hati ini ternyata termasuk penyakit yang tingkat
keparahannya sangat tinggi. Gejala-gejalanya berupa ngga enak makan,
ngga enak tidur, ngga enak hati, bingung, sedih, marah, bahkan dalam
taraf tertentu bisa menyebabkan KEMATIAN! Serem banget kaaannnn….

 

Reaksi yang ditimbulkan juga
membingungkan. Mulai dari frustasi berat, sampai terjadi kebodohan
mendalam (biasanya yang tau-tau mati gara2 patah hati tuuuhhhh!)
Apabila digolongkan ke dalam tingkat keparahan, ada yang disebut
patah hati akut (yaitu kondisi dimana tanpa disangka dan tanpa
dinyana tau2 patah hati, gitu…) dan ada juga yang dapat digolongkan
sebagai
patah hati kronis (maksudnya, kok ya si penderita ngga cerdas-cerdas
siy… udah tau bikin patah hati bukannya ditinggalin aja, malah
terus diharepin juga!). Patah hati kronis umumnya diawali dengan
suatu gejala gangguan hati yang dinamakan HTI, atau Hubungan Tanpa
Ikatan
. (Well, buat yang pernah curhat tentang HTI kemaren, hati2 aja
ya say…)
Untungnya patah hati ini tidak menular melalui hubungan
fisik (aih aih…) maupun hubungan batin. Jadi, walo kita dikelilingi
orang2 patah hati, insya Allah kita ga ketularan patah hati juga.
Amien!!! (hihihihi, doanya pake hati tuuuhh!)

Patah hati juga ternyata tidak mengenal
gender dan faktor demografis. Artinya, baik cewe maupun cowo sangat
rentan terserang penyakit ini. Selain itu, patah hati juga bisa
menyerang manusia dengan berbagai latar belakang etnis, budaya, letak
geografis, bahkan sampai kadar kekayaan. Cuma ya bedanya, kalo orang
miskin patah hati pasti lebih ngenes daripada orang kaya. Gimana ngga
merana, udah bokek, pake acara patah hati, lagi!

Terus, bagaimana cara mencegah terjadinya
patah hati?

Well… patah hati hanya bisa dicegah
dengan cara
NGGA JATUH CINTA. Maksudnya, kalo kita berani naksir
orang, berani jatuh cinta sama orang, maka harus berani patah hati
juga doooongggg! Karena, menurut ilmu peluang, selalu ada dua peluang
dalam satu keputusan. Berhasil, atau gagal. Nahhh, begitu juga dengan
jatuh cinta. Peluangnya cuma dua, berhasil, artinya diterima atau
hubungan yang lancar, atau gagal, artinya ya patah hati itu.

Tapi, gimana kalo ternyata kita udah
terlanjur terserang patah hati?

Naaahhh, yang bisa kita lakukan kalau
kita udah terlanjur patah hati adalah :

  1. Nangis, marah atau ngamuk, dalam
    kadar tertentu.
    Sebenernya kadarnya ya tergantung tingkat keparahan
    sakitnya. Menurut gue, nangis tiap malam selama seminggu sampe dua
    minggu masih tergolong normal. Tapi kalo lebih dari itu… kayanya
    sayang aja ya airmatanya dibuang2. Apalagi kalo sampe pengen bunuh
    diri segala! Rugi banget kaann!!! Lagian belom tentu mereka yang
    bikin kita patah hati sedih juga kaya kita. Jangan2 mereka malah
    lagi asik2 have fun, kenalan dan ketemu orang baru, dugem, bonga2,
    atau bahkan lagi asik2an ama pacar baru?

  2. Setelah puas nangis2an, marah2an
    bahkan ngamuk2an, cobalah berdiri di depan cermin. Tatap lekat2
    bayangan kamu yang terefleksi di cermin. Kamu pasti bakal ngeliat
    seseorang yang (umumnya memberikan ciri-ciri) matanya bengkak ampe
    segede jengkol, wajah berminyak dan jerawatan (karna kamu sibuk
    nangis sampe2 ngga sempet bersihin muka!), buat yang cowo ditambah
    kumis dan jenggot yang tumbuh liar, rambut berminyak dan acak2an.
    Pendek kata, kamu bakal liat versi jelek dari diri kamu sendiri! Trus
    coba angkat kedua tangan kamu tinggi2, dan resapi aroma yang keluar dari ketiak
    kamu. Bau kaann??? Soalnya kamu saking merananya, pasti malas mandi!

  3. Nah, stelah kamu berhasil
    menyadari betapa jeleknya kamu, sekarang saatnya kamu untuk
    ‘memperbaiki’ diri sendiri. Bayangin aja, kalo sebelumnya kamu yang
    sebenernya cakep bisa jadi jelek begitu, apalagi kalo kamu emang
    jelek coba? (hihihihi… maap ya, ampuuunnn… sumpah becanda!) So,
    get that ugly ass up and take ‘the healing” action!

    Langkah pertama : MANDI!!! Kalo perlu
    pake acara luluran segala, biar lebih seger dan keliatan kinclong.
    Trus kalo mau facial dan krimbath malah lebih bagus lagi. Buat para
    cowo, cukuran, biar keliatan lebih muda dan lebih fresh! Eh, jangan
    lupa juga pake parfum kalo mau keluar rumah yaaa…

  4. Setelah yakin kembali cantik dan
    ganteng, mulailah
    hubungin temen2 kamu… terutama yang akrab. Ajak
    mereka main atau nongkrong bareng. Sebagai teman yang baik, mereka
    pasti mau nemenin kamu kembali gaul. Apalagi kalo kamu yang traktir,
    dijamin semangat nemeninnya! Pokoknya kamu seneng2 deh… coba menikmati
    hidup, sambil belajar pelan-pelan untuk melupakan rasa sakitnya
    (bukan melupakan dia loo… karna gue percaya, kalo cinta mati mah
    ga akan bisa dilupain!). Dan jangan lupa bersyukur, karna kamu ngga sebodoh itu untuk mutusin buru2 bunuh diri, bahwa kamu masih dikelilingi orang2 yang pastinya sayang sama kamu, dan bahwa ternyata dunia masih indah tanpa dia!

  5. Ada yang bilang, kalo lagi patah
    hati, biasanya jadi suka timbul perasaan ngga pede. Apalagi kalo
    patah hatinya karna dia ada yang baru. Padahal sebenernya perasaan
    ngga pede ini ngga kondusif lo utk iklim percintaan berikutnya. Cara
    yang cukup efektif untuk memupuk kembali kepercayaan diri, bisa
    dengan cara
    minta temen2 terdekat kamu untuk nulis di kertas, apa
    sih kelebihan kamu di mata mereka? Nah, dengan membaca tulisan
    temen2 kamu yang mengemukakan kelebihan2 kamu itu, kamu bakalan
    nyadar kalo itulah arti kamu dimata orang2 terdekat, dan kamu akan
    lebih termotivasi untuk kembali ke jalan yang benar!


Naaahhh… kalo kamu udah ngerasa
baekan, atau bahkan udah dinyatakan sembuh walopun ngga sembuh total,
mendingan kamu siap2 deh untuk ngelirik kiri kanan lagi. Atau jangan2,
karna kamu udah kembali cakep, malah kamu yang dilirik? Siapa tau!
Yang penting, jangan terlalu terpuruk lah.

Tapi kalo dialah “the one” gimana
miaw?

Yaelaaahhh… Manusia di dunia ini kan
buanyuaaaakkkkk…. banget! Logikanya, masa dari sekian banyak, ngga
ada sih yang sama, atau bahkan lebih baik dari dia? Ngga mungkin
ahh… Jadi, jangan pesimis, kudu optimis! OK?

TETAP SEMANGAT!!!


* penulis adalah seorang master di bidang patah hati dari UPI (Universitas Patahhati Indonesia), sangat berpengalaman dalam HTI sekaligus juga pernah menderita patah hati kronis selama 4 tahun dalam waktu yang bersamaan. Saat ini penulis sedang menyelesaikan program doktoralnya dalam bidang "manajemen hati".

What A Life!

Friday, September 16th, 2005

Life is…

Life is when you can get up late everyday
and have nothing hurrying you

Life is when you can eat anything you want
without getting worried about the bill or the calories within

Life is when you can wear any kind of outfit
without having someone - or anyone - telling you "norak banget deh!"

Life is when you can sleep on the work hours
and work on the sleep hours, with no hesitation

Life is when you can make money with your own bare hands
without getting stuck on the suck situation named "career"

Life is when you do only things you like to do
and no one can tell you to do what they want you to do

Life is when you are really really independent!!!

These are my choices.

Because this is about my life!

Dear Brother, Where Art Thou?

Tuesday, September 6th, 2005

&amp;lt;!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–&amp;gt;

Buat para pembaca setia blog gue…
mohon maaf karna kali ini tulisan gue mungkin ga akan menghibur dan
mengocok perut.


This time, it will be different. This time you
will see another side of me. This time I will tell a story about
someone.


About a man name Deny.


Yup, I will tell you a
story about my one and only brother.


Gue adalah anak ke-tiga
dari tiga bersaudara. Kakak yg paling gede, cewe, namanya Anne. Kakak
kedua, Deny. Kita bertiga terkenal kompak sebagai sodara, dari kecil
sampe pada gedenya. Semua orang suka takjub liat kekompakan kita
bertiga. Sodara2, tetangga2, sampe nenek gue juga. Pokonya orang bisa
liat, betapa kita bertiga tuh saling mencintai, saling ngejaga, yah
walopun suka bertengkar namanya juga ama sodara, tapi kalopun
bertengkar, kita ga pernah sampe bener2 musuhan.


Every child
in my family is so unique. Masing2 punya sifat yang khas dan aneh2.
Tapi kali ini, gue cuma mau cerita tentang Deny.


Sejak pertama
kali gue inget gue ada di dunia ini, memori yang selalu nempel di
kepala gue tentang Deny adalah kakak yang baiiikkk… banget sama
gue. Deny bukan anak yang kasar. Terlahir sebagai orang bertemperamen
tinggi, tapi anehnya dia ga suka berantem. Deny kecil cenderung
menghindar kalo ada yang ngajak berkelahi. Gue inget, bokap pernah
nyuruh dia mukul anak yg lebih gede, gara2 Deny suatu hari pulang
dari main sambil nangis, katanya dipukul anak itu. Sama bokap, Deny
dituntun untuk nemuin anak itu, dan disuruh balas pukul anak itu, dan
dia bener2 mukul lho! Hihihi, maksudnya bokap siy, biar Deny ngga
tumbuh jadi anak yang cengeng, karna dia cowo.
Pokonya asalkan bukan
kita yang mulai duluan, tapi kalo kita ga salah dan dipukul duluan,
kita wajib balas!
Itu nasehat bokap dulu.


Jarak gue dan Deny 3
taun. Waktu di SD, kita sempet satu SD, sejak gue kelas 1 sampai
kelas 3. Deny selalu belain gue kalo gue dijailin anak2 yang lebih
besar, atau kalo gue berantem sama temen sekelas. Waktu kelingking
kanan gue bengkok gara2 tabrakan sama temen waktu lari2an, Deny
langsung bawa gue ke kantor guru untuk diobatin. Dan dia yang minta
ijin sama guru supaya gue boleh pulang (karna gue udah nangis heboh
waktu itu). Dan waktu gue ga dikasih ijin pulang, Deny yang nemenin
gue di kelas, ga peduli bahwa dia juga harus belajar di
kelasnya.


Waktu kecil sampe usia SMP, gue sering banget sakit
dan ga masuk sekolah. Tiap kali gue sakit, stelah pulang sekolah Deny
pasti langsung masuk ke kamar gue untuk liat kabar gue. Nenek pernah
sampe nangis terharu, gara2 waktu gue sakit, begitu sampe rumah dia
langsung nyari gue di kamar, trus cerita2 hari itu di sekolah ada
kejadian apa aja, padahal dia belom sempet ganti baju dan makan. Trus
biasanya dia nyuapin gue bubur kecap yang rasanya ngga jelas itu…
dan supaya gue semangat makan, dia juga ikutan nyuap tu bubur ke
mulutnya, hehehe!


Waktu dia udah SMP dan gue masih di SD, gue
paling inget kalo dia selalu nraktir gue beli es podeng atau rujak
buah di siang hari. Soalnya uang jajan gue pas2an (dan seringkali
udah abis waktu jajan di sekolah), dan uang jajan dia agak berlebih
karna dia harus naik angkot ke sekolah. Jadi kalo gue pengen beli es
podeng yang enyak itu, gue tinggal bilang ke dia, dan dia langsung
beli 2 gelas, satu untuk gue, dan satu untuk dia sendiri.


Waktu
dia SMA dan gue SMP, kebetulan gue sekolah di SMP tempat dia sekolah
dulu. Suatu hari, karena gue sakit dan ga bisa ikut ulangan, Deny
mampir ke sekolah untuk ambil tugas pengganti ulangan gue. Dan karna
dulu dia sekolah disana, otomatis dia kenal guru2nya. Nah, katanya
waktu itu guru yang ngasih tugas bilang gini,
"Oh, mia tuh adik
kamu ya? Dia tuh pinter ya!"
. Dan di rumah, Deny cerita tentang
hal itu dengan nada bangga, seakan dia sendiri yang dipuji sama guru
itu.


Dan masih banyak lagi hal2 manis yang gue alami sama
kakak gue itu. Sampe suatu hari, Deny berubah.


Deny ngga
seperti Deny yang pernah kita kenal. Deny bener2 berubah.


Deny
terjebak hubungan “gelap” sama cewe bandung. cewe yg lebih tua.
Udah punya anak. masih punya suami. tapi suaminya nganggur dan ga
punya pekerjaan.

Padahal saat itu Deny udah nikah.


Gara2 hubungan itu, Deny jadi sering
bolak-balik Jakarta-Bandung. Tabungannya ludes. Gajinya cepet habis.
Tagihan kartu kredit membengkak. Dia juga pernah pake duit nyokap dan
duit gue dan ga pernah kembaliin.


Tapi bukan duit jadi masalah.Bener2
bukan itu.


Deny berubah… dari orang yang
menyenangkan, menjadi seseorang yang sangat mengecewakan. Dan yang
paling paling kecewa dan marah adalah ortu gue. Betapa ngga, dari
dulu kita semua tau, sebagai anak cowo satu2nya, wajar kalo dia lebih
“diharapkan” dari sodara2nya. Diharapkan jadi anak yang paling
bisa menjaga sodara2nya yg cewe semua. Diharapkan jadi anak yang
paling bisa membanggakan orang tua. Membawa kehormatan nama orang
tua.


Gue kecewa banget sama Deny. Bukan, gue
bukan cuma kecewa… tapi gue bener2 marah sama dia! Gara2 dia, bapak
jadi jatuh sakit. Tekanan darah Bapak suka tiba2 melonjak naik
tekanan darahnya, bikin si mamah khawatir karna tekanan darah yg
melonjak2 bisa bikin orang stroke. Maka tiap kali tekanan darah bapak
melonjak naik (biasanya ditandai dengan gejala ga bisa tidur, badan
terasa panas dan pusing yang amat sangat), gue suka berdoa dalam
hati.


Gue berdoa semoga Deny mati!


Karena menurut gue, kalo dia mati, maka
semua masalah selesai. Bapak ngga akan kecewa dan sakit lagi. Si
mamah juga ngga akan sakit hati lagi.


Mamah yang dengan tampang ‘lurus’nya
pernah bilang, bahwa beliau nyesel udah ngelahirin dia, dan bahwa
beliau udah anggap dia hilang sama sekali. Walaupun tampangnya cool,
tapi kami tau, kalo sakit hati mamah ga akan bisa ada yg menyamai.
Mamah yang waktu ngelahirin Deny, keukeuh ngga mau di vacuum karna
khawatir sama pertumbuhan otak bayinya, dan nekat berjuang berjam2
untuk melahirkan. Mamah yang ngejual perhiasannya waktu Deny pertama
kali kerja, karna Deny butuh baju2 baru yang rapi untuk pergi kerja.
Mamah yang setengah mati nelen egonya yang ngga suka sama pacar Deny
yang sok kaya itu, dan akhirnya merelakan Deny untuk nikahin dia.


Tapi, bapak orangnya ga bisa cuek.
Setiap kali kedengeran ulah Deny sekarang, tekanan darah bapak pasti
melonjak. Keliatan banget kalo bapak kecewa dan marah. Tiap kali
teringat, bapak pasti ngomong dan marah. Yang suka parah, tiap kali
gue ngelakuin kesalahan dikiiiit aja, bapak suka sensi. Misalnya, gue
lupa telpon kalo gue mau pulang malam, besoknya omelan bapak biasanya
gini bunyinya,
“pada senang ngeliat orang tua sakit ya? pada pengen
orang tua cepat mati ya?”


Kadang gue diem aja kalo bapak lagi
gitu. Kalo udah senep suka njawab juga sambil bercanda,
“yaaa…
jangan gitu dong kesimpulannya!”


Tapi dalam hati, gue makin marah sama
Deny. Bapak terkenal yang suka becanda, sekarang jadi lebih sering
marah2.


Dan tiap kali bapak marah2, maka tiap
kali itu pula gue berdoa supaya Deny mati!


Kemaren, sebelum berangkat ke depok,
tiba2 bapak bilang,
“kalo nanti ketemu Deny di jalan, suruh pulang!
Bilang aja, bapak sakit!”


Gue bingung… ketemu dimana ya? Kata
kakak, katanya Deny saat ini udah ngga kerja lagi di tempat kerjanya
itu. Dan di rumah istrinya udah ngga pernah pulang lagi.


“Ya ketemu di mana kek, di angkot
kek, namanya juga ketemu!”
kata bapak ketus.


Gue cuma diem aja. Sepanjang jalan gue
mikir… Gue ngga ngerti, gue pikir bapak udah nyerah. Dan seharusnya
bapak emang nyerah! Bapak udah sakit2 gitu gara2 dia, bapak udah
sering marah2 kalo inget dia, bapak udah berulang kali curhat sama si
mamah kalo bapak kecewa berat sama dia. Trus kenapa bapak masih
ngarepin Deny datang?


Ah… kalau aja Deny bener2 mati…
maka ga akan ada yg marah2 lagi. Ngga akan ada yg kecewa lagi.


Di jalan, tiba2 aja gue jadi mengenang
Deny. Deny yang sayang banget sama gue. Deny yang selalu aja nganggep
gue anak kecil. Deny yang suka godain gue, kalo gue kebelet pipis
malah sengaja narik2 tangan gue supaya ngga bisa ke kamar mandi. Deny
yang suka iseng ngagetin gue, dan kalo gue nangis karna kaget dia
langsung ampun2 minta maap sama gue.


Dan gue juga inget, suatu hari di rumah
kakak gue, gue nginep di sana, dan disana ada Deny juga. Dan selama
gue disana, dia sama sekali ngga bicara sama gue. Gue tanya sekali,
jawabnya singkat aja. Ya udah, gue ga ajak bicara lagi.


Dan waktu di rumah, si mamah nanya
“ketemu Deny ngga? Dia berani bilang tentang uang mia (yang dia
pake) ngga?”


Gue cuma ngangkat bahu. Yang gue tau,
sejak hari itu gue bertekad, gue ngga akan mikirin apapun tentang
Deny lagi. Gue ngga yakin apa yang terjadi, tapi Deny yang gue tau
ngga akan pernah diemin gue gitu aja. Gue kenal kakak gue. Dan orang
itu… gue ga tau dia siapa. Yang jelas dia bukan Deny-gue.


Di bis kota, ada pengamen cewe yang
suaranya bagus banget. Di antara lagu2 yang dia nyanyiin, ada lagunya
koes plus yang dinyanyiin lagi sama uthe.


andaikan kau datang kembali
jawaban apa yang kan kuberi
adakah jalan yang kau tempuhi
untuk kita kembali lagi?


Setengah mati gue berusaha nahan diri
supaya air mata ngga netes. Supaya gue ngga nangis. Tapi ngga bisa.


Kayanya, tiba2 aja gue kangen dia.


Gue tau, ngga seharusnya gue cerita tentang dia. Ngga seharusnya gue kasih tau orang apa yang sebenernya gue rasa. Ortu dan kakak gue juga ga tau. Yang mereka tau, gue orangnya cuek, ngga terpengaruh sama masalah ini, dan asik tenggelam sama urusan gue sendiri.


Unduk pun gue yakin ngga tau apa yg sebenernya gue rasa. Gue emang jarang bahas masalah ini secara dalem sama dia. Yang unduk tau, adalah pernyataan gue tentang Deny semalam.


Gue bener2 berharap Deny mati. Bukan mati dibunuh, tapi mati di pinggir jalan karena kelaparan!


Tapi apakah gue bener2 pengen dia mati, atau pengen dia balik lagi, gue juga ngga tau…


Gue inget satu lagu, waktu gue SMA, gue
sering denger dia maen gitar dan nyanyi lagu ini. Kayanya ini lagu
favoritnya dia. Dan saat ini, rasanya gue pengen banget denger dia nyanyiin
lagu ini lagi. Sekali… aja.

Whenever I’m weary from the battles
that rage in my head
You make sense of madness when my sanity
hangs by a thread
I lose my way but still you seam to understand

Now and forever
I will be your man

Sometimes I just
hold you Too caught up in me to see
I’m holding a fortune that
heaven has given to me
I’ll try to show you each and every way I
can
Now and forever
I will be you man

Now I can rest
my worries and always be sure
That I won’t be alone anymore
If
I’d only known you were there all the time
All this time

Until
the day the ocean doesn’t touch the sand
Now and forever
I
will be your man